Pekanbaru (28/01) – PT Solusi Stem Edukasi (SSE) menyelenggarakan workshop bersama SMA negeri se-Riau untuk mengenalkan produk baru mereka, Artec, pada 28 Januari 2026 di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Intan Pariwara dan dihadiri oleh puluhan guru koding dan kepala sekolah dari berbagai SMA/K di Riau yang bertekad untuk meningkatkan pembelajaran STEM di kelas dengan metode yang inovatif dan interaktif dengan sarana ajar yang berbasis KA (Kecerdasan Artifisial) dan koding.
Dalam proses belajar mengajar STEM di sekolah, guru atau pengajar tentunya mengalami beberapa tantangan, salah satunya kesiapan pengajar dan sumber dayanya. Di wilayah Riau, masih banyak guru yang belum terlatih sehingga kesulitan untuk mengajarkan dan menerapkan ilmu STEM kepada siswa didiknya. Selain itu, terbatasnya sumber daya atau fasilitas untuk pembelajaran STEM juga turut menghambat proses belajar siswa. Melalui kegiatan workshop ini, guru-guru dibekali dengan insight baru mengenai sarana belajar STEM dengan Artec. PT SSE menggandeng Artec untuk menjadi salah satu jalan keluar bagi masalah ini. Artec berfokus untuk menyediakan sarana pendidikan berbasis koding dan KA dari tingkatan dasar hingga menengah atas.
Dalam acara bertajuk “Workshop Transformasi Pembelajaran Digital melalui Media Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Berbasis STEM” tersebut, materi-materi pengenalan tentang produk Artec dan bagaimana ini diimplementasikan di kelas diberikan kepada para peserta workshop. Kegiatan ini diawali dengan sambutan Area Manajer Intan Pariwara, Marjono, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait dengan STEM oleh Prof. Dr. Zulirfan, M.Si dan Ibu Rini Ahyu S.Pd., M.Si. yang dilanjutkan dengan presentasi dan penjelasan dari Tim Jelajah Ilmu Intan Pariwara. Terakhir, acara ditutup dengan workshop dan praktik dari tim PT SSE dengan produk media pembelajarannya, Artec.
Media pembelajaran Artec yang berbasis koding dan KA ditunjukkan dalam workshop tersebut. Sebelum fokus ke praktik, tim Artec memberikan penjelasan singkat mengenai produknya. Di setiap set, terdapat modul ajar yang berisi petunjuk perakitan sehingga memudahkan peserta untuk merangkai. Ada 2 tipe kit yang dibawakan pada workshop tersebut, yaitu 50 set workshop kit dan 1 set Artec kit untuk tingkat SMA.
Kegiatan workshop dan praktik seperti ini diharapkan bisa meningkatkan awareness para guru dan pengajar di sekolah dalam meningkatkan literasi digital siswa di kelas melalui sarana belajar berbasis koding dan KA seperti Artec.